Dalam suatu pendidikan banyak hal-hal didalamnya yang membuat kita lebih bermakna, karena yang semulanya kita tidak tahu, kita akan menjadi tahu. Keunggulan suatu
bangsa tak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber
daya manusia, yaitu tenaga pendidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan
yang sangat cepat. Kekayaan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar
praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau
memperbaiki sistem pendidikan nasional. Agar lulusan sekolah mampu beradaptasi
secara dinamis dengan perubahan dan tantangan itu. Pemerintah melontarkan
berbagai kebijaksanaan tentang pendidikan yang memberikan ruang yang luas bagi
sekolah dan masyarakatnya untuk menentukan program-program dan rencana
pengemebangan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Pedidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah
meningkatkan kualitas SDM. Oleh karena itu, suatu pendidikan juga sangat penting karena merupakan alur
tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan manusia itu sendiri. jadilah seorang berkepribadian aktif, inovatif, cerdas. Karena untuk membangunkan bangsa dari keterpurukan dan pendidikan juga salah satu bentuk upaya untuk memajukan bangsa.
Sunday, 14 December 2014
Ilmu adalah Kebutuhan, Sukses adalah Tujuan.
Saat ini, masih banyak orang-orang yang minim akan
pendidikan. Tak jarang kita temui di pelosok-pelosok negri kita ini. Mereka
yang seharusnya memperoleh pendidikan yang layak tetapi seolah pendidikan itu hanya
harapan belaka. Dan seolah-olah pendidikan gratis selama 9 tahun itu tiada
artinya bagi mereka. Walaupun keliatannya pemerintah sudah bekerja secara
maksimal untuk meminimalisir pendidikan tetapi kenyataannya masih saja belum
juga maksimal hasilnya. Meminimalisir hal ini meskipun sulit untuk dilakukan
pemerintah tetapi setidaknya pemerintah lebih mengetahui hal itu dan mencari
cara lain, karena pemeritah sudah dipercaya oleh rakyat untuk mengatasi hal
ini.
Ada sedikitnya pendidikan juga dilakukan untuk orang-orang
sangat membutuhkan, misalnya untuk anak-anak di kolong jembatan. Adapun relawan
yang menyumbangkan ilmunya untuk anak-anak kolong jembatan tersebut. Para relawan
itu ikhlas tanpa meminta bayaran. Nah, di kolong jembatan mereka belajar selayaknya
anak-anak yang belajar di sekolah. Anak-anak itu mempunyai semangat yang tinggi
untuk belajar. Karena ilmu adalah kebutuhan dan sukses adalah tujuan mereka. Tanpa
ada rasa malu, mereka belajar di tempat kumuh, kotor, bising, tetapi mereka
sangat antusias dalam belajarnya. Mereka tidak kalah semangat dengan
orang-orang yang belajar di sekolah-sekolah yang bagus, malahan mereka lebih
semangat dari anak-anak yang yang belajar di sekolah-sekolah bagus.
Melihat hal tersebut setidaknya kita bisa ikut memikirkan
hal itu, kita bisa berfikir bahwa mereka yang hidup di kolong jembatan saja
mempunyai semangat yang tinggi untuk mencari ilmu. Mengapa kita tidak ??
padahal kita yang hidup serba kecukupan, kita mampu belajar di sekolah yang layak. Oleh karenanya, kita yang mampu memperoleh pendidikan yang tinggi harusnya tidak mensia-siakan kesempata ini yaitu kesempatan dalam belajar kita. Kita bisa berusaha lebih keras untuk mencapai sebuah tujuan yang cerah dan tujuan untuk mengangkat keinginan-keinginan saudara-saudara kita yang terlantar akan pendidikan. supaya mereka nanti bisa merasakan akan indahnya ilmu itu.
Monday, 8 December 2014
Pendidikan di Indonesia
Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, dahulu bernama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Depdikbud). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar / madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama / madrasah tsanawiyah.
Saat ini,
pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam
tiga jalur utama, yaitu :
- formal (Lingkugan Sekolah) : peserta didik akan dibimbing, untuk memperluas bekal yang telah diperoleh dari lingkungan kerja keluarganya berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
- nonformal (di lingkungan masyarakat) : peserta didik memperoleh bekal praktis untuk berbagai jenis pekerjaan. khususnya mereka yang tidak sempat melakukan proses belajar yang melalui jalur formal.
- informal ( Lingkungan Keluarga) : Di dalam lingkungan keluarga anak dilatih berbagai kebiasaan yang baik (habit formation) tentang hal-hal yang berhubungan dengan kecekatan, kesopanan, dan moral. Di samping itu mereka juga ditanamkan keyakinan-keyakinan yang penting utamanya hal-hal yang berupa religius atau keagamaan.
Pendidikan juga
dibagi ke dalam tiga jenjang, yaitu :
1. Pendidikan Sekolah
Dasar,
2. Sekolah Menengah,
3. Perguruan Tinggi.
Subscribe to:
Posts (Atom)

